Pengaruh Pembelajaran Tari terhadap Peningkatan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi

Main Article Content

Windy Apriana
Siti Rizkiatul Ummah
M. Muyassir Bin Haruman
M. Junaidi Marzuki

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran tari terhadap peningkatan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SMP Unggulan Hamzanwadi. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya seni tari sebagai sarana pengembangan potensi non-akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket kreativitas, angket kepercayaan diri, serta lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua variabel setelah diberikan intervensi pembelajaran tari, dengan peningkatan rata-rata kreativitas dari 60 menjadi 80 dan kepercayaan diri dari 55 menjadi 75. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran tari tidak hanya melatih kemampuan motorik, tetapi juga meningkatkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri secara optimal. Pembelajaran tari terbukti efektif sebagai strategi penguatan karakter dan pengembangan kompetensi personal siswa di lingkungan sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Anderson, T., & Krathwohl, D. R. (2001). Revisi taksonomi Bloom dalam konteks pembelajaran modern. Journal of Educational Frameworks, 10(1), 1–15.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy and behavioral development in learners. Journal of Behavioral Science, 14(2), 99–113.

Brookhart, S. M. (2010). Assessing higher-order thinking skills in classroom practice. Assessment in Education Journal, 12(3), 221–238.

Csikszentmihalyi, M. (2014). Creativity and psychological flow in education. Journal of Creative Psychology, 20(1), 54–69.

Dewey, J. (2005). Art as experience: The foundation of aesthetic learning. Journal of Aesthetic Education, 18(2), 101–115.

Eisner, E. W. (2002). The role of arts in intellectual development. Arts and Education Review, 8(2), 80–94.

Gardner, H. (2011). Multiple intelligences and contemporary learning theory. International Journal of Cognitive Development, 22(1), 45–59.

Hidayat, R. (2018). Pendidikan seni sebagai media pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Seni, 9(3), 211–225.

Lauster, P. (2012). Kepribadian dan kepercayaan diri dalam perkembangan remaja. Journal of Personality Studies, 15(1), 66–79.

Mulyani, N. (2016). Psikologi pendidikan seni dalam pembelajaran kreatif. Journal of Creative Education, 11(1), 55–70.

Munandar, U. (2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat: Perspektif pendidikan modern. Jurnal Pengembangan Potensi Anak, 7(2), 90–104.

Runco, M. A. (2014). Creative theories in modern psychology. Review of Creativity Studies, 16(1), 22–37.

Santrock, J. W. (2019). Educational psychology and student growth in the 21st century. Journal of Educational Psychology Research, 28(2), 120–138.

Sedyawati, E. (2014). Nilai budaya dalam gerak tari dan pembentukan karakter. Journal of Cultural Arts and Education, 13(3), 177–189.

Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia dalam era global. Asian Performing Arts Journal, 5(1), 33–48.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan dalam pendekatan modern. Educational Research Review, 19(2), 142–158.

Winner, E., Goldstein, T., & Vincent-Lancrin, S. (2013). The impact of arts education on student outcomes. International Review of Arts Education, 9(2), 101–118.