Geography Partner Schools: Sosialisasi dan Analisis Kebutuhan Pengembangan Pembelajaran Geografi Berbasis Ecoperformance

Authors

  • Armin Subhani Universitas Hamzanwadi Author
  • Marhamah Universitas Hamzanwadi Author
  • Alwan Hafiz Universitas Hamzanwadi Author

Keywords:

Pengabdian kepada masyarakat, Ecoperformance, Pembelajaran Geografi, Geography Partner Schools, Analisis kebutuhan

Abstract

Pembelajaran geografi berperan penting dalam membangun literasi lingkungan, kesadaran ekologis, dan kompetensi keberlanjutan peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala dalam pengembangan model pembelajaran, perangkat ajar, dan kapasitas guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan konsep pembelajaran geografi berbasis Ecoperformance serta mengidentifikasi kebutuhan guru sebagai dasar pengembangannya di sekolah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan MGMP Geografi Kabupaten Lombok Timur, guru geografi dari tiga SMA, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan angket analisis kebutuhan. Hasil menunjukkan bahwa sosialisasi meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan implementasi Ecoperformance. Analisis kebutuhan menempatkan pengembangan pembelajaran geografi berbasis Ecoperformance pada kategori sangat dibutuhkan dengan rata-rata skor 4,80. Kebutuhan utama mencakup penguatan kesadaran ekologis, integrasi tindakan lingkungan, pengembangan perangkat pembelajaran, dan pendampingan implementasi. Kegiatan ini juga menginisiasi Geography Partner Schools sebagai wadah kolaborasi untuk mendukung implementasi pembelajaran geografi berbasis Ecoperformance secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arini, A. C., Sumarmi, & Utaya, S. (2024). Kebutuhan modul pembelajaran lingkungan gambut berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan. GEOGRAPHY: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 12(2), 728–739

Bednarz, S. W., Heffron, S., & Huynh, N. T. (Eds.). (2013). A road map for 21st century geography education: Geography education research. Association of American Geographers.

Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice?. European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309.

Green, C. A., Tindall-Ford, S. K., & Eady, M. J. (2020). School–university partnerships in Australia: A systematic literature review. Asia-Pacific Journal of Teacher Education, 48(4), 403–435.

Hakiki, A. R. R., Sumarmi, Bachri, S., & Mkumbachi, R. L. (2023). Pengembangan media pembelajaran Progressive Web App berbasis environmental learning untuk meningkatkan ecoliteracy siswa. J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), 10(1), 1–20.

IPCC. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report. Geneva, Switzerland: Intergovernmental Panel on Climate Change.

International Geographical Union Commission on Geographical Education. (2016). International Charter on Geographical Education. Beijing, China: International Geographical Union Commission on Geographical Education

Kahn, R. (2010). Critical pedagogy, ecoliteracy, and planetary crisis: The ecopedagogy movement. New York: Peter Lang.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Misiaszek, G. W. (2020). Ecopedagogy: Teaching Critical Literacies of "Development", Sustainability, and Sustainable Development. Routledge.

Najah, S., Suasti, Y., & Ernawati. (2024). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di era Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan hasil belajar. Geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi, 5(1), 74–84

Novio, R., & Walensia, R. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran geografi di SMAN 1 Banuhampu Kabupaten Agam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 715–726

Santoso, T., Suasti, Y., & Ernawati. (2024). Analisis isi buku teks Geografi kelas XI SMA Kurikulum Merdeka terbitan Erlangga berdasarkan keterampilan abad ke-21. Geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi, 5(1), 14–29

Sumarmi, Aliman, M., & Mutia, T. (2021). The effect of digital eco-learning in student worksheet flipbook to environmental project literacy and pedagogic competency. Journal of Technology and Science Education, 11(2), 357–370.

Sumarmi. (2015). Model-model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya Media Publishing.

UNESCO. (2020). Education for Sustainable Development: A Roadmap. Paris: UNESCO.

UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education.Paris: UNESCO

Wahyuni, E., Novarita, A., Rahmawati, & Suwarni. (2025). Pengembangan e-modul pada pembelajaran geografi untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 10(4), 518–531

Yli-Panula, E., Jeronen, E., Lemmetty, P., & Pauna, A. (2020). Teaching and learning methods in geography promoting sustainability. Education Sciences, 10(1), 5.

Downloads

Published

2026-06-30